3d fotocube
BAGI ANDA YANG SUKA DENGAN TAMPILAN SECREEN SEVER SILAHKAN DOWNLOAD SOFTWARE INI. SOFTWARE INI TIDAK BAGITU BAGUS TAPI SOFTWARE INI BISA MEMBANTU ANDA UNTUK MEMBUAT SECREEN SEVER 3D PADA PC ANDA. ANDA JUGA BISA MEMASUKKAN GAMBAR APAPUN UNTUK DIJADIKAN SECREEN SEVER 3D. SILAHKAN DOWNLOAD DISINI
SKINNER
BAGI ANDA YANG SUKA MENYUKAI TAMPILAN SKIN PADA WINAMP SILAHKAN DOWNLOAD GRATIS DISINI. KALO ANDA SUDAH BOSAN MENGGUNAKAN SKIN WINAMP KLASIK BISA MENGGUNAKAN SOFTWARE INI. SKINNER INI DAPAT MEMBANTU ANDA UNTUK MENGUBAH SKIN WINAMP SESUAI DENGAN KEINGINAN ANDA..CONTOH ANDA BISA MENGUBAH SKIN WINAMP ANDA DENGAN FOTO ANDA MISALNYA, NAH SKINNER INI BISA MEMFASILITASI HAL TERSEBUT. SELAMAT MENGOPERASIKAN....!
Stardock Object Dock Plus 1.04a
SEBAGIAN PENGGUNA PC BIASANYA INGIN MENAMPILKAN SEBUAH ANIMASI PADA TAMPILAN PROGRAM PADA DESKTOP ATAU APALAH...NAH INI ADA SEBUAH SOFTWARE YANG MEMUNGKINKAN BAGI PENGGUNA PC YANG INGIN MENAMPILKAN ANIMASI PADA ROGRAM PC ANDA. TAMPILAN INI SEMOGA DAPAT MEMBERIKAN KEPUASAN BAGI ANDA..SILAHKAN DIDOWNLOAD DISINI
MENJADIKAN SISWA ANAK YANG NAKAL SEBAGAI KETUA KELAS
Seringkali kita melihat siswa anak yang nakal di sekolah tidak tertangani secara serius. Dalam artian setiap siswa anak yang nakal itu masuk kelas, selalu rame dan tidak bisa dikendalikan, bahkan siswa tersebut tidak menghiraukan apa yang diperingatkan oleh guru. Yang lebih memprihatinkan lagi siswa tersebut bisa mempengaruhi siswa yang lain, sehingga kondisi di kelas menjadi tidak kondusif untuk dilangsungkannya kegiatan belajar mengajar.
Berangkat dari masalah di atas, ada salah satu cara atau tips untuk menangani siswa yang semacam itu. Yang pertama adalah dengan cara mendekati siswa tersebut secara personal, ajak mereka untuk bertukar pikiran dari hati ke hati. Kita amati pemikiran mereka untuk dijadikan bahan pertimbangan dan solusi untuk menangani siswa tersebut. Kalau perlu kita terjun dalam pergaulan mereka, dalam artian kita kunjungi rumah mereka, bertukar pikiran, bahkan lebih bagus kalau kita masuk dalam kehidupan mereka. Tapi hal itu membutuhkan keahlian seorang guru yang bisa memahami akan psikologis anak. Karena hal tersebut berkaitan dengan lingkup keluarga orang lain yang harus bisa kita batasi secara bertahap, tidak langsung nyelonong. Yang kedua adalah menjadikan siswa tersebut sebagai ketua kelas, biasanya anggapan di sekolah ketua kelas disebut sebagai asisten guru. Biasanya siswa yang nakal itu bisa menguasai dan mempengaruhi siswa yang lain di kelas, dan hal itu memberatkan seorang guru untuk melangksungkan kegiatan pembelajaran secara efektif dan kondusif. Salah satu solusi yang mungkin dianggap paling baik adalah dengan menjadikan siswa anak yang nakal tersebut sebagai ketua kelas, karena jika siswa tersebut diberikan kepercayaan oleh guru sebagai ketua kelas maka dia akan senang. Karena tanggung jawab yang diberikan kepadanya dianggap merupakan hal yang sangat mudah karena dia yakin dan mampu untuk mengkondisikan siswa di kelas.
Yang terakhir adalah mengajak siswa tersebut setiap ada kesempatan untuk bertukar pikiran dengan kita, dalam artian kita ajak mereka untuk masuk dalam dunia kita. Dan dapat diyakini bahwa mereka akan senang untuk dijadikan tempat bertukar pikiran. Tapi yang perlu diperhatikan adalah bahan masalah yang akan diperbincangkan menyangkut kondisi kelas. Usahakan setiap ada kesempatan bertemu dengan siswa tersebut kita ajak untuk bertukar pendapat dengan kita. Anggap siswa tersebut mempunyai kemampuan untuk bisa mengatasi masalah-masalah yang kita alami di kelas. Karena dengan menganggap mereka mempunyai peranan penting terhadap masalah yang sering menjadi polemik guru di dalam kelas mereka akan sangat senang sekali, karena pendapat mereka bisa dijadikan bahan pertimbangan oleh seorang guru. Makanya seorang guru jangan pernah mengacuhkan siswa yang nakal di kelas, karena hal itu bisa menjadi bumerang bagi seorang guru. Ajaklah mereka untuk bisa berperan dalam mengelola kelas selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Ajak mereka untuk mengkondisikan anak-anak yang rame di kelas, karena dengan begitu akan memudahkan seorang guru ketika menyampaikan materi yang akan diajarkan, jangan hanya dimarahin terus.
Logikanya adalah seorang guru harus bisa menguasai kelas, dalam artian karakteristik siswa harus bisa dipahami secara satu persatu. Misalkan, si A anaknya suka diperhatikan dan dimanja, sedangkan si B anaknya sering lupa ketika guru menyampaikan materi. Seorang guru yang profesional harus bisa memahami karakteristik muridnya secara utuh, artinya tidak setengah-setengah. Karena dengan memahami karakteristik siswa secara utuh akan memberikan kemudahan dalam memberikan bimbingan baik secara moral atau materi.
Kenyataan yang ada di lapangan adalah guru menangani siswa anak yang nakal adalah dengan ceramah, memanggil orang tua, dan lain sebagainya. Hal tersebut tidak akan menjamin siswa tersebut bisa berubah secara utuh, tapi apabila seorang guru masuk dalam kehidupan mereka maka hasilnya akan terasa beda sekali. Mereka akan terasa mudah sekali untuk kita kontrol walaupun tidak berada didekatnya, karena mereka sudah bisa kita rangkul.
Satu hal lagi yang diperlu diperhatikan oleh seorang guru kaitannya dalam hal proses kegiatan belajar mengajar adalah jangan menganggap siswa sebagai objek, karena hal itu akan mematikan kreativitas mereka. Anggap mereka sebagai subyek, karena dengan begitu siswa akan lebih aktif, bukan gurunya saja yang aktif tapi kedua-duanya harus saling aktif.
MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK KHUSUSNYA MATA PELAJARAN PAI

Saat ini proses pendidikan kurang memperhatikan dan melibatkan potensi yang ada pada diri peserta didik termasuk di dalamnya tidak menggali kreativitas yang ada dalam diri peserta didik itu sendiri. Pendidikan Agama Islam, saat ini juga mengalami hal yang sama, disamping kurangnya jam pelajaran juga kurang efektifnya metode maupun pendekatan yang digunakan.
Untuk meningkatkan kreativitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam maka perlu dirancang suatu pendekatan dan metode yang tepat agar Pendidikan Agama Islam dapat berhasil dengan baik. Pendekatan dan metode yang dianggap sesuai terhadap hal itu salah satunya adalah pendekatan konstruktivistik. Dimana pembelajarannya dilakukan oleh dua pihak (guru dan siswa) yang keduanya berperan sebagai subyek dalam pembelajaran
Pendekatan konstruktivistik ini dapat dijabarkan dalam beberapa hal sebagai berikut: 1) Guru menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan murid bertanggung jawab dalam membuat rancangan, proses dan penelitian. Oleh karena itu jelas memberi kuliah atau ceramah bukanlah tugas utama seorang guru. 2) Guru menyediakan atau memberikan kegiatan-kegiatan yang merangsang keingintahuan murid dan membantu mereka mengekspresikan gagasannya dan mengkomunikasikan ide ilmiah mereka. Menyediakan sarana yang merangsang siswa berpikir secara produktif. Menyediakan kesempatan dan pengalaman yang paling mendukung proses belajar siswa. Guru harus menyemangati siswa. Guru perlu menyediakan pengalaman konflik. 3) Guru memonitor, mengevaluasi, dan menunjukkan apakah pemikiram murid jalan atau tidak. Guru menunjukkan dan mempertanyakan apakah pengetahuan murid itu berlaku untuk menghadapi persoalan baru yang berkaitan.
Sedangkan ciri-ciri siswa dengan pendekatan konstruktivisme adalah siswa membangun pengetahuan dalam pikirannya sendiri. Guru membantu proses pembangunan pengetahuan agar siswa dapat memahami informasi dengan cepat. Disamping itu, guru menyadarkan kepada siswa bahwa mereka dapat membangun makna. Siswa berupaya memperoleh pemahaman yang tinggi dan guru membimbingnya. Adapun misi utama pendekatan konstruktivisme adalah membantu siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri melalui proses internalisasi, pembentukan kembali dan melakukan sesuatu hal yang baru
Dari beberapa hal tersebut di atas, kami menyarankan kepada tenaga pendidik khususnya guru PAI untuk diharapkan mengerti pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Sebelum menerapkan metode diskusi dan tanya jawab dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik, sebaiknya guru mempersiapkan bahan-bahan pelajaran seperti membuat rencana pembelajaran, menyusun modul dengan efisiensi waktu. Guru sebaiknya benar-benar terlibat secara langsung terhadap jalannya pembelajaran.
Pendekatan konstruktivistik ini dalam pembelajaran PAI dapat dipercaya meningkatkan kreativitas belajar siswa, karena pembelajarannya yang efektif dan lebih memberdayakan potensi siswa. Sehingga dengan mudah guru dapat mencapai target kurikulum yang telah ditentukan dan dapat meningkatkan prestasi siswa yang selama ini dijadikan tolak ukur keberhasilan Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan hasil observasi yang kami tinjau khususnya di SMAN 1 Ketapang Sampang, kreativitas belajar siswa secara umum makin meningkat dan memuaskan. Ini dilihat dari keaktifan dan kreativitas siswa dalam menemukan atau mengkonstruksikan ilmu dan pengalaman mereka secara individu maupun kelompok; antusiasme dan inisiatif siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar; kreativitas siswa dalam mengkonstruksi pemahaman mereka; partisipasi siswa dalam berkomunikasi dan bekerja sama dalam kelompok, serta kualitas penyajian hasil konstruksi pengetahuan dan pengalaman mereka. Hal yang demikian tidak lepas dari upaya-upaya yang telah dilakukan oleh guru khususnya dan pihak-pihak sekolah yang lain pada umumnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
